Sepakbola Dalam Genggaman
Siapa yang tidak mengenal sepakbola? olahraga nomor satu di dunia. Olahraga yang bukan hanya sekedar permainan, tapi merupakan sebuah kebanggan bagi beberapa orang. Hal ini terbukti dari hebatnya apresiasi masyarakat dunia setiap ada perhelatan sepakbola negara maupun klub. Orang rela begadang sampai larut malam meskipun harus mencari nafkah esok paginya. Orang rela mengeluarkan kocek sangat dalam untuk membeli jersey negara atau klub idolanya. Orang rela berkelahi di dunia maya dan dunia nyata demi sebuah olahraga permainan yang bernama sepakbola.
Hal inilah yang menyebabkan sepakbola menjadi salah satu industri bisnis terbesar di dunia, mungkin kita ingat bagaimana Roman Abramovic membangun sebuah dinasti di Chelsea, bagaimana Sheikh Mansour mengambil alih Manchester City dari tangan Thaksin Sinawatra, dan bagaimana juga Malcom Glazer mengambil alih Manchester United, dan masih banyak contoh lainnya. Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa sepakbola sangat menarik perhatian para bisnisman atau pengusaha dunia. Apakah mereka berkecimpung di sepakbola murni karena bisnis ? atau karena gengsi ? hanya Tuhan dan mereka sendiri yang tahu hal itu.
Iri, bagaimana tidak ? Melihat sepakbola internasional mampu berdiri menjadi sebuah industri yang hebat, industri yang mendatangkan uang sangat banyak. Dari hasil jual beli pemain, pemasukan sponsor, pemasukan tiket, merchandise, bahkan dari uang taruhan yang dikelola oleh rumah judi. Tapi kenapa sepakbola belum menjadi industri di Indonesia ? negara yang mayoritas penduduknya gemar dengan olahraga permainan ini, negara yang bisa kita lihat hampir setiap sore anak-anak maupun orang dewasa rela membahayakan jiwanya dengan bermain di pinggir jalan dengan bola plastik, negara yang banyak orang rela mengeluarkan uang banyak untuk sekedar tur tandang menemani klub idolanya berlaga di kota lain.
Banyak ha yang harus diperbaiki untuk membuat sepakbola nasional menjadi industri. Potensi jelas ada, ini terlihat dari bagaimana animo penonton sepakbola saat AFF dan Sea Games beberapa waktu silam, orang rela mengantri tiket berjam-jam, tidak sedikit pula yang membeli dengan harga tinggi melalui calo, apa yang mereka harapkan sebenarnya ? pertandingannya ? atau masalah eksistensi nasionalisme yang dipajang melalu foto facebook dan profile di BBM ? atau sekedar bisa ngetweet ?
Stadion mungkin faktor yang pertama harus diperbaiki di Indonesia, kalau gue jadi presiden, maka gue akan panggil seluruh gubernur di Indonesia dan menjamu mereka di sebuah jamuan makan siang, dan gue akan bilang sama mereka “Gue gak mau tau ! Pokoknya dalam waktu satu tahun, setiap daerah harus punya satu stadion bertaraf internasional !! Kalau enggak, gue copot lo semua dari gubernur !”. Hehehehe.. konyol sih, tapi ini penting kok melihat sepakbola merupakan hiburan termurah yang dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia.
Kalau lapangan bola kita bagus, rata dan gak enak buat main, gue yakin kok permainan sepakbola itu sendiri akan menjadi indah. passing pasti akurat dan lari juga gak keseleo. Siaran langsung juga enak ditonton, jadi kualitas permainan sepakbola itu seimbanglah sama lapangannya. Pemain sekelas Messi atau Ronaldo pun bisa keseleo kalau main di lapangan yang gradakan, inget kan bagaimana Barcelona gak berkutik sama Chelsea di era Mou karena lapangan Stamford Bridge yang cukup mengecewakan sehingga permainan Barca gak berkembang? itu salah satu contohnya.
Keamanan, masalah ini adalah hal yang selalu diperhatikan dalam perhelatan sepakbola nasional, gimana enggak? berapa banyak wasit kita yang dipukulin ? berapa banyak tawuran antar supporter ? berapa banyak juga orang yang kecopetan karena desak-desakan masuk dan keluar stadion ? ini yang bikin sepakbola gak bisa jadi Tamasya bagi keluarga di Indonesia, jelas mereka khawatir bawa anak2nya untuk nonton bola langsung di stadion, selain karena masalah itu, ya karena khawatir anak2 akan mendengar umpatan2 kotor dan kasar dari beberapa orang yang menghina pemain lawannya. Miris yes…
Seandainya kualitas permainan dan keamanan bisa terjaga dengan baik dan meningkat, gue yakin kok sepakbola nasional bisa menjadi potensi bisnis yang bagus. Tidak usah meragukan fanatisme, orang Indonesia terkenal dalam hal itu kok. Jadi, tugas siapa sebenarnya untuk meningkatkan permainan sepakbola dan keamanan dalam sepakbola nasional ? Ya tugas kitalah sebagai masyarakat pecinta sepakbola. Masih punya mimpi nonton Indonesia di World Cup kan? Memang gak bisa instan dan butuh proses, tapi percaya deh proses itu akan cepat berjalan kalau semuanya sama-sama gandengan tangan untuk berjibaku melawan kendala-kendala ini.



1
